Rangkap

Yang teriak di zaman perang. Kini mabuk kuasa. Yang tidur di musim kontak tembak, cerewet dan masuk partai. Yang masih setia di jalanan dan berseberangan dengan penguasa, cari-cari celah pada pemodal.

Politik menggelinding dari atas bagai bara. Gerah dan bising. Bahkan, membakar pelan-pelan rumah ibadah di kampung dan kota. Dari mulut pengkhotbah yang merangkap timses, ayat-ayat keluar disesuaikan dengan kepentingan.

Dari corong rumah ibadah, kudengar sirine tanda bahaya. Politik tuntas mengelabui para pemuka.

Pue ka?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *