Dari Celah ke Celah

Tahukah kamu 

Kita hanya pulang pergi dari lubang ke lubang

Memikul kenangan
Selebihnya mencari celah
Untuk mengirim memorial ke tempat teraman

Tak ada waktu menghela nafas.
Kamu hanya butuh desah
Sambil melepas udara pelan-pelan dari hidung
Saat meletakkan kepala di bantal

Mimpi mengkristal lalu dimuseumkan
Orang-orang histeris menyaksikan mimpi dipamer

Kamu tidur
Biar orang mimpikan kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *