Agenda Tahunan yang Buram

Pastinya, Januari terseok-seok melewati hari-hari yang muda dan nampak ranum. Tahun baru bisa didefinisikan sebagai waktu terlama yang pernah kita lewati  karena malam berganti agak melambat.

Sebelumnya, ada banyak hal kita seret ke sana kemari tanpa mengharap bahwa ada seseorang yang iba. Mungkin jalan berliku atau semacam tanjakan. Kita tak tahu persis maksud-maksud pergantian tahun. Dan kita melewatinya dengan riang gembira sambil berikhtiar.

o

Entah apa gunanya menyalin riwayat-riwayat. Padahal semua yang telah lalu harus dihanyutkan tanpa perlu diberat-beratkan. Namun, seekor anjing sekali pun dapat memaknai kenangan dengan beragam cara. Bahkan, si bangsat yang sehari-hari menjadi orang penting, tahu bahwa yang telah berlalu usah diingat.

Di awal tahun dengan januarinya yang hambar, kita tahu angin tak pernah lelah menerbangkan rahasia-rahasia dalam arsip. Misal, tentang seseorang yang selalu berharap kelak menjadi orang penting, tentang rengekan bayi tengah malam yang haus. Tentang desah senggama yang sama sekali tak tabu.

Pengulangan-pengulangan yang membosankan adalah bodoh. Tahun berakhir jika laporan-laporan kantor kelar. Jika seorang kepala sekolah berhasil menghabiskan dana hibah dengan rapi. Jika tukang sayur untung besar, jika berita politik lebih nyentrik dari dasi loakan. Jika seorang istri dengan cermat menutup kalimat atas perselingkuhan yang tak berhasil terungkap.

Beberapa orang yakin, untuk melepas penat setahun harus dirayakan semalam. Merancang masa depan sama pentingnya dengan hasrat buang angin di tempat umum. Atau lebih sopan, sama berharganya dengan mempunyai binatang peliharaan yang penurut. Sebagian orang bijak telah mengagendakan perjalanan setahun ke depan dalam sejumlah catatan kecil dengan prediksi atas kemungkinan-kemungkinan lebih awal. Mengkalkulasikan untung rugi dari dini. Ini tak berkaitan dengan isi kantong semata-mata. Ini soal menciptakan peluang. Soal merekayasa keadaan.

@marxause

Kita tak tahu bahwa di atas meja-meja kekuasaan, seseorang dengan teliti membaca laporan-laporan dari lapangan. Laporan tahunan seorang kepala desa kepada camat yang mulia, laporan seorang prajurit kepada komandannya, laporan istri kepada suami. Laporan bupati kepada gubernur. Dan dalam arsip sangat rahasia itu, kita juga tahu bahwa sejumlah kebijakan diputuskan berdasarkan laporan-laporan. Atas bisikan-bisikan orang dekat dalam lingkaran kekuasaan. Terlihat bagus dan sistematis walau kadang sulit dipahami. Maka oleh itu karena, agar terlihat beradab dan waras, kita mesti membuat sketsa di kertas buram tentang tahun depan. Itu pun kalau tahun mau tamat.

Brat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *