Mukaddimah Pelantikan Gubernur

Selamat untuk masa tugas Gubernur baru yang dilantik hari ini. semoga berbahagia dan murah senyum selalu dalam tugas.

hari ini adalah hari di mana kalian berdua serupa pengantin baru. dielu-elukan, disambut dengan teriakan dan sapaan paling menggetarkan siapa saja orang biasa yang belum pernah mendapat tahta. kalian berdua akan dipeusijuek oleh tetua adat atau ulama.

kami yakin, agenda pertama yang akan kalian lakukan adalah menuju podium dan menyapa para hadirin dengan santunnya. kalian akan memuji Tuhan dan itu wajib atas nama iman. walau Tuhan tidak akan berubah kedudukan di singgasanaNya seandainya kalian luput memujiNya.

lalu, kalian akan memberi penghormatan kepada orang yang duduk di kursi barisan pertama. lalu kalian akan mengucapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh bahwa dengan adanya mereka sebagai kaum elit, sipil dan militer dan birokrasi, daerah jadi semakin berwarna.

kemudian, kalian akan mengucapkan ucapan bangga kepada kepala SKPD yang telah melakukan kerja-kerja paling serius selama masa Pemilukada berlansung di mana setiap instansi pemerintah dipimpin oleh birokrat murni yang dipilih oleh Pjs Gubernur.

kalian  pula harus memberi penghormatan luarbiasa kepada ulama karena telah mendoakan dengan iklas sehingga Aceh tetap menarik dan menjadi daerah serambi mekkahnya Indonesia.

sesudahnya, kalian akan menyapa Partai Politik yang mengusung kalian menuju Aceh 1 dan 2. baik itu Parlok atawa Parnas (untuk dua golongan ini, kalian harus memasang mimik serius. kalau bisa, lakukan tanpa tekanan siapa-siapa, karena, dukungan politis itu harus dibayar dengan harga mahal kelak). keberadaan partai politik sejauh ini berguna ketika sedang terjadi khanduri demokrasi. selebihnya tidak. ini menurut pandangan kami. lihatlah, pak gubernur!! mulai besok semua tindakanmu (termasuk yang paling remeh dan pribadi) akan selalu dipandang melalui kacamata politis. engkau salah tempat berdehem pun akan dianggap sebagai tindakan politis dan mempengaruhi dukungan di parlemen.

kekuatan parlemen kita tidak lagi terletak di rasionalitas anggotanya dalam menanggapi persoalan. mereka cenderung menuhankan mekanisme lobi dan voting. aku yakin, seorang politikus yang berumah di parlemen bukan orang sembarangan yang mantan pengangguran. mereka kaya-kaya dan 99% berkacamata. tahu kenapa? kacamata adalah manifestasi intelektual,simbol kelas sosial yang ‘terlalu kenyang sekolahan’. politikus di Parlemen kita bukan anak kemaren sore yang dengan mudah diiming-imingi permen dan es krim murahan. mereka memegang legalitas kuat untuk mendongkel atau mencabut mandat kalian,dengan catatan kalian mesti turut kehendak mereka untuk bersatu suara. kalian dibuat tak nyenyak tidur kalau kalian membangkang. pelajari kembali kisah-kisah¬† orang-orang terdahulu sebelum kalian.

ah sudahlah, kalian harus melanjutkan kata penghormatan untuk awak media massa yang telah menyebarluaskan informasi hingga ke kaki gunung Leuser. bahwa di Banda Aceh sejarah baru telah dimulai: Aceh mempunyai nakhoda baru yang dipilih rakyat untuk mengorbankan diri. media massa telah bekerja sebagai salah satu elemen demokrasi. maka kalian harus memberi apresiasi tulus atas kerja-kerja begini. kalau tidak, kalian juga bisa dijungkirbalikkan oleh selembar koran di warung kopi. kerja membentuk opini di kalangan akar rumput tidaklah sulit bagi awak media. mereka bisa saja membalikkan fakta begini di muka koran mereka: ‘sebatang kelapa tiba-tiba menjadi pinang’

maka, berikan penghormatan buat media massa!! mereka berpengaruh dalam iklim politik kita walau mereka tidak bisa tidur nyenyak dalam gedung parlemen saat rapat paripurna anggaran. mereka kuli tinta, tugasnya mengumpulkan data. beda dengan politikus. mereka melempar wacana, lalu mereka tidur pulas.

jika telah memberi penghormatan begitu rupa buat awak media. silakan lanjutkan:

ucapkan keterharuan kalian buat panitia acara. betapa mereka telah berpeluh basah untuk perhelatan monumental ini. mereka menjadi tuan rumah yang baik dengan menyiapkan segalanya. kenanglah jasa mereka selamanya.

lalu konsentrasi kembali untuk menyusun kalimat singkat untuk sebuah ucapan terimakasih tak terhingga bagi semua aparat keamanan. atas kesungguhan mereka menetralisasi pusat pelantikan sampai sejauh radius satu kilo meternya. ini penting untuk menampakkan pada orang luar bahwa negeri kita sebenarnya tidak ada ribut-ribut atas alasan kedengkian antar kontestan pemilukada. jangan lupakan mereka!! kalau perlu, jika tak ada keributan (biasanya keributan di perhelatan begini terjadi saat pembagian konsumsi: berebutan), biarkan mereka berteduh di bawah pepohonan. mengingat suasana siang di kota Banda Aceh panasnya luarbiasa. kasihan mereka.

segera ucapkan terimakasih kepada Timses yang telah berkenan memberi tenaga dan pikiran. keberadaan mereka penting dalam masa-masa kampanye. mereka adalah tulang punggung sebuah kampanye. keberadaan mereka lebih penting dari keberadaan kuwah pliek pada jamuan makan siang. atau setidaknya sama pentingnya dengan keberadaan sebatang rokok ba’da makan. jangan lupakan mereka.

setelah tetek bengek itu berlansung untuk jangka waktu satu setengah jam. dan orang-orang yang diberi penghormatan menganggukkan kepala sekedarnya tanda mereka beritikad baik atas tugas-tugas masing-masing. maka, tunggulah orang-orang riuh bertepuk tangan. nikmati sensasi langka ini untuk beberapa kala. sensasi ini tak akan sama rasanya dengan mendapat sentuhan-sentuhan kata-kata cinta masa remaja. boleh jadi lebih atau sebaliknya. dan itu terlalu tidak penting untuk dikomparasikan.

mengingat waktu sangat terbatas diberikan, jangan terlalu lama menikmati sensasi. dan ingat! jangan sekali-kali memberi wejangan di tengah para undangan, kasihan mereka kegerahan di bawah tenda di halaman. kalau perlu sirami mereka dengan guyonan ringan yang cukup mengendurkan saraf yang tegang.

segera aturkan kembali kata-kata penuh kesantunan bagi yang belum mendapat penghormatan maupun ucapan terimakasih terdalam.
kira-kira siapa,ya?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *