Humor Berbau Fitnah

Awalnya dari sering mendengar Bang Dayat membual tentang lelucon-lelucon tentang perilaku orang terdekat kami di #bivakemperom, yang saya sendiri ikut dileluconkan, istilah ini akhirnya disepakati menjadi kumpulan humor jika bang Dayat datang.
Saya tidak akan memberi tahu siapa Bang Dayat. Ini nama tak sebenarnya. Karena demi melindungi privasi dan kenyamanan beliau sebagai sosok humoris yang selalu ingin hidup dan bercerita dengan nyaman dan tak putus tertawa.
Dulu, ketika Bang Dayat belum sesibuk sekarang, ia sepanjang hari menghibur kami di rumah dengan cerita yang ia selipkan fitnah di dalamnya. Fitnah di sini bukan perkara seserius fitnah yang kita kenal “lebih kejam dari pembunuhan”. Fitnah di sini adalah fitnah yang masih bisa diterima akal dan perasaan sehat. Sepintas terdengar kejam. Tapi kalau dihayati secara mendalam, ia bagai lawak yang menertawai perilaku kita sehari-hari.
Suatu hari, @bookrak memperlihatkan video yang ia baru donlot dari yutub. Video itu memperlihatkan seorang jama’ah haji Indonesia sedang kemasukan jin. Seorang jama’ah lain menanyakan siapa gerangan jin itu. Si jama’ah haji perempuan itu menjawab dengan nada seram, “Idruuuuuss…!”. Maka, jika bang dayat memanggil nama saya, panggilan akan menggunakan nada itu. Menyeramkan. Namun, siapa saja yang mendengar, akan menertawai saya. Dan itu bakal diceritakan kilas balik untuk jangka waktu lama oleh beliau.
Malam ini, saya disuruh beliau ke rumahnya untuk satu keperluan. Datanglah saya ke sana. Dari atas tangga turun ke lantai satu rumahnya, ia sudah memanggil saya “idruuuusss..!”. Tamu yang menunggu di bawah tertawa dan ada pula yang tidak mengerti kenapa beliau demikian. Saya tertawa saja.
Setelah salaman. Ia bertanya tentang proyek membukukan kumpulan humor berbau fitnah itu. Saya katakan saya hampir lupa dengan istilah itu. Karena sudah berselang tahun tidak pernah jumpa dengan beliau.
Sambil merokok dan berkain sarung, beliau mulai berlelucon tentang dua hal yang membangunkan abu (guru ngaji) tidur.
“Apa itu?” Tanyaku.
“Datangnya waktu mengajar,” jawabnya.
“Satu lagi?”
“Datangnya orang bersedekah”
😂😂😂😂😂😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *