M A R U D O K

Marudok adalah makhluk rekaan yang tinggal di langit. Dalam bahasa Indonesia, Marudok lebih kurang berarti “Induknya mendung”. Langit yang tertutup awan hitam, semuanya lahir dari Marudok. Ia merupakan gumpalan awan yang menyendiri setelah melahirkan mendung-mendung. Dari mulutnya yang bergigi tajam, kelak akan lahir cerita-cerita tentang perang di bumi, huru-hara dan hura-hura elit penguasa bumi.

Continue reading “M A R U D O K”

Mumang

Di tengah nyenyaknya parlemen Aceh dan mabuk eksekutif, siang-malam orang-orang membereskan berkas pelanggaran. Capek-capek perang di masa lalu, seperempatnya hanya menghasilkan selusin lebih politikus muda energik yang rindu Aceh damai, namun hobi umbar kebencian. Di media sosial.

Pemilukada adalah anugerah yang disyukuri dengan perebutan dalam bentuk mobilisasi massa, politik transaksi dan distribusi macam bantuan.

Semua terlihat mulia saat dikemas dengan lapik agama dan sikap humanis plus kultural. Yang tergoda, pasti jadi timses.

Politik praktis sungguh lentur. Mengangguk, dibayar. Jika tak, bukan masalah besar.

Meureudu. 2018