Seperti Asam Lambung

Di wajahnya akan tumbuh jerawat. Jika ia terus saja sibukkan pikir. Maka bercumbulah seperti anjuran seksolog langganan.
Niscaya akan mencerdaskan kelamin. Apalagi pagi-pagi. Walau sebentar dan tak parah, selingkuh itu tetap dikenang sebagai hadiah. Hadiah dari proteksi-proteksi yang longgar. Kau akan disebut pintar sama tetanggamu jika kau mampu mempura-purai birahi. Kelak kau akan menjadi ikan di kolam. Jika kau haus terus menerus.

Jangan tunggu mukanya merah padam. Niatkan sebagai jalan menyelamatkan seseorang agar tak jatuh ke jalan buram. Walau kau tak mendapat pahala besar atas upaya-upaya berlendir ini. Ini karya besar yang patut diapresiasi. Tentang bagaimana menghabiskan waktu dengan perilaku-perilaku menggemaskan.

Kami tahu engkau sering berduaan atas alasan yang dapat dibenarkan. Kami tahu engkau sering menulis lirik-lirik sedih ketika sedang berdua. Matamu tak dapat berbohong bahwa sedihmu berlebihan. Engkau dapat saja mengajaknya tidur siang sembari berdongeng tentang dunia yang sebentar lagi kiamat. Tentang lalat yang tak pernah bosan menebar kuman di meja makan. Segalanya mungkin bagimu. Namamu sudah dikenal. Engkau tinggi besar dan sedikit nafsu makan. Yang jika engkau berjalan, sandalmu suka kau seret-seretkan. Dari matamu orang mengenal bahwa setiap kata-katamu patut diaminkan.

Aku masih percaya bahwa galau itu tanda-tanda serius pada perkembangan kejiwaan. Katakan saja padanya jika kau benar-benar menginginkan sebuah pelukan hangat pagi hari. Atau berpura-pura demam sehingga ia memegang keningmu untuk membuktikan suhu badan sedang naik.

Asmara bukanlah asam lambung. Hanya saja bikin mual kalau terus menerus disegarkan dengan pesan pendek semisal, “Selamat pagi,sayang!”

Orang pintar biasanya jauh lebih jernih mengungkapkan keinginan birahi. Biar pun tak tahan ereksi. Namun, kepintaran macam apa yang akan kau tunjukkan padanya jiakalau engkau tiba-tiba kikuk ketika ia membelakangimu.

Kita kaum berkumis dan tak jarang kelihatan seperti banci. Walau orang bilang kita tak pernah malu-malu memperlihatkan birahi di muka umum. Dan sebagai laki-laki, kita nakal sekaligus seperti bayi kalau sudah bermanja.
Le that haba!