Kata Ketua pada Pengikutnya

menjadi orang menjengkelkan itu mudah

Menjadi orang menjengkelkan harus dimulai semenjak engkau mengenal lingkunganmu. Lalu, engkau dapat berbasa-basi atau beramah tamah jika pada berbagai kesempatan bertemu orang-orang menyenangkan. Jabatlah tangannya kalau memungkinkan. Jangan berlagak alim dengan bersikap protektif terhadap kemulusan kulit tangan. Tangan siapa saja tak dapat kita percaya bersih dari ancaman kuman dan virus penyebar meriang.

Seseorang yang kerap kita mintai pengalaman cara berperikehidupan yang higienis sekali pun, pada kalanya pernah menggunakan telapak tangan secara alamiah untuk keperluan¬† membersihkan ‘lubang pembuangan’. Seberapa pun mulusnya dia, seberapa ketatnya ia menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak kemulusannya. Jangan percaya bahwa ia terbebas dari kutu kuman.

Kalian harus percaya diri dengan menganggap segala sesuatu pada waktunya memang akan menjadi sesuatu tak berguna. Misalnya, jika hari ini engkau begitu seringnya menyumpahi keadilan hingga menjadi kebiasaan bagimu, suatu hari sumpahmu akan dianggap sampah saja oleh orang sekitar. Jangan marah. Teruslah menyumpah. Misalnya saja keadilan tak jua datang.

Namun, pada kali lain kalian harus menjadi seseorang yang kelihatan menjengkelkan. Mungkin kejengkelan orang dapat kau bangkitkan saat matamu melirik angkuh. Atau saat kau berpura-pura ramah dengan menanyakan kabar tentang binatang peliharaan atau tetangganya yang cerewet. Semuanya akan berguna bagimu kelak. Percayalah, angkuh saja tak cukup meyakinkan untuk mengantarkan engkau ke neraka.

Lihatlah dan coba kau hitung berapa banyak orang ikhlas yang selalu menggembar-gemborkan keikhlasannya di dunia maya. Berapa jumlah keikhlasan larut dalam udara.  Sementara udara saja sudah tidak tepat untuk dikatakan segar.

Bagimu, pintar itu gembar-gembor? aku tidak tahu. Yang kutahu, pintar itu ngopi gratis.

Kita harus memandang remeh terhadap orang-orang seperti ini. Orang yang menyiasati kalimat agar terkesan mantap.

Ketika orang luput untuk mendefinisikan diri, saat itu pula ia menjadi raksasa yang blo-on. Mungkin politikus adalah orang yang selalu berusaha mendefinisikan diri di depan uang (walau kerap gagal). Di depan kepentingan-kepentingan. Namun, si brengsek mana pun harus kita hargai sebagai manusia seutuhnya jika selalu berupaya membenah diri.

Harus!